Kamis, 15 Mei 2014

PENGECEKAN BESI


Pemeriksaan tulangan dimaksudkan untuk mengetahui mutu tulangan yang dipakai. Tulangan diambil sampel pada tiap jenis diameter tulangan sepanjang 1 meter. Setiap 1 meter besi mewakili 100 ton material besi yang datang. Sampel tersebut kemudian dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pengujian kuat tarik dan lengkung statis baja. Pemeriksaan tulangan yang dilakukan antara lain adalah :
1)      Pemeriksaan Visual Tulangan
Yaitu meliputi pemeriksaan diameter tulangan yang dipakai dengan jangka sorong dan pemeriksaan tulangan terhadap adanya cacat luar.

Gambar 1.1 Pengukuran Diameter Besi

2)      Pengujian Tarik Tulangan
Pengujian tarik dilakukan terhadap sampel tulangan dengan berbagai diameter dengan menggunakan mesin uji tarik sehingga didapatkan data regangan, tegangan leleh maupun kuat tarik baja. Pengujian mutu besi tulangan ini dilakukan oleh Laboratorium Uji mekanik Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur (B2TKS) BPPT ( Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi ).
Diameter
(mm)
Ao
(mm2)
Fe
(kN)
Fm
(kN)
σy
(N/mm2)
σu
(N/mm2)
ε
(%)
Kode
Keterangan
10
78,5
34,0
48,0
433
611
21
Ex. KS
BjTS 40
sirip
13
132,7
64,0
89,0
482
671
20
Ex. KS
BjTS 40
sirip
16
201,0
98,0
135,0
488
672
20
Ex. KS
BjTS 40
sirip
19
283,4
127,5
175,0
450
618
22
Ex. KS
BjTS 40
sirip
22
379,9
175,0
242,0
461
638
20
Ex. KS
BjTS 40
sirip
25
490,6
205,0
300,0
418
611
28
Ex. KS
BjTS 40
sirip
Tabel 1.2Hasil Pengujian Kuat Tarik Statis Tulangan
(B2TKS BPPT, 2009)
Gambar 1.3 Pengujian Kuat Tarik Tulangan
Pemilihan mutu baja tulangan seperti dalam spesifikasi yang ada yaitu disesuaikan dengan pembebanan yang ada sehingga konstruksi kuat karena memenuhi spesifikasi pembebanan yang ada dan diameter yang sesuai sehingga tidak terjadi pemborosan biaya. Mutu baja tulangan disesuaikan dengan yang diinginkan oleh pemilik proyek serta tercantum dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat teknis.
1)      Pengujian Lengkung Statis Tulangan
Pengujian lengkung statis dilakukan terhadap sampel tulangan dengan berbagai diameter dengan menggunakan mesin uji lengkung statis sehingga didapatkan data gaya maksimum yang dapat ditahan oleh tulangan sampai tulangan mengalami sudut lengkung 180º. Pengujian ini dilakukan oleh BPPT.
Diameter
(mm)
Jarak Tumpuan (mm)
Diameter Penekan (mm)
Gaya Maksimum (KN)
Sudut Lengkung (derajat)
Kode
Penampilan
Keterangan
10
80
50
5,1
180
Ex. KS
Tidak Retak
BjTS 40
sirip
13
104
65
11,2
180
Ex. KS
Tidak Retak
BjTS 40
sirip
16
128
80
17,5
180
Ex. KS
Tidak Retak
BjTS 40
sirip
19
152
95
22,4
180
Ex. KS
Tidak Retak
BjTS 40
sirip
22
176
110
35,0
180
Ex. KS
Tidak Retak
BjTS 40
sirip
25
200
125
40,0
180
Ex. KS
Tidak Retak
BjTS 40
sirip
Tabel 1.4Hasil Pengujian Lengkung Statis Tulangan
(B2TKS BPPT, 2009)
Gambar 1.5 Pengujian Lengkung Statis Tulangan
Gambar 1.6 Hasil Pengujian Kuat Tarik Statis Tulangan Lengkung Statis Tulangan
tulisan ini diambil dari : http://www.ilmusipil.com/cara-pengetesan-tulangan-besi-beton 18 nopember 2011 jam 10.35

Tidak ada komentar:

Posting Komentar